Uncategorized

Sejumlah Sekolah di Prancis Mulai Uji Coba Larang Muridnya Pakai Abaya

Sejumlah sekolah di Prancis akan menguji coba tata tertib seragam pada akhir tahun ini, diawali pada bulan September dikala tahun ajaran berikutnya diawali.

Diinfokan CNA, Jumat (7/3/2024), langkah ini dipakai sesudah pemerintah Prancis melarang murid sekolah mengenakan abaya, gaun panjang yang dikenakan oleh beberapa wanita dan anak perempuan Muslim.

Perdana Menteri Prancis Gabriel Attal judi bola mengatakan pada bulan Agustus tahun lalu, dikala ia menjabat sebagai Menteri Pendidikan, bahwa baju longgar melanggar prinsip nasional sekularisme.

Abaya tidak mempunyai daerah di sekolah kami, tidak lebih dari simbol agama. Mengatakan hal ini cocok dengan prinsip paling mendasar kami yaitu sekularisme dan netralitas,\\” ujar Gabriel dikala itu.

\\”Alternatif ini yaitu alternatif yang setia pada poin-poin kita dan yaitu penolakan kepada komunitarianisme,\\” ujarnya dikala itu.

Tapi, beberapa anggota parlemen dari sayap kiri mengkritik apa yang mereka sebut sebagai \\”perang kepada agama\\”.

Kategori Hak Aksi Muslim mengajukan banding yang rupanya tidak sukses kepada larangan abaya di Dewan Negara, pengadilan administratif tertinggi di negara tersebut.

Kategori tersebut mengatakan larangan tersebut berakibat pada siswa berusia 14 tahun.

\\”Ada orang tua yang kaget… dan tidak tahu wajib berperilaku apa. Mereka merasa didiskriminasi, merasa dikucilkan, tidak dipahami. Mereka merasa terstigmatisasi, mereka merasa kaget. Dan aku, apa yang bisa kulakukan? Ini yaitu undang-undang yang… buruk,\\” kata direktur klasifikasi tersebut, Sihem Zine.

Kontroversi Berkaitan Pakaian Islami

Salah satu figur kontroversi seputar baju Islami di sekolah-sekolah Prancis yang paling tenar terjadi pada tahun 1989 di kota Creil, utara Paris. Dalam kejadian tersebut, tiga gadis diusir karena menolak melepas jilbabnya.

Pengusiran tersebut memicu perdebatan di media, politik dan sosial selama berbulan-bulan di Prancis, serta argumen tandingannya dikenal sebagai \\”l\\’affaire du foulard\\”, atau \\”urusan syal\\”.

Menyusul kontroversi tahun 1989, parlemen Prancis mengeluarkan undang-undang pada tahun 2004 yang melarang pengaplikasian simbol agama yang mencolok di sekolah lazim, termasuk salib Kristen, topi Yahudi, turban Sikh, dan hijab.

Anda mungkin juga suka...