Uncategorized

Konsistensi Sukeni Entertainment Produksi Video Komedi

Jawa Pos Radar Madiun – Kreativitas si kecil muda di Pacitan seakan tiada habisnya. Hanya bermodalkan kamera smartphone, sekumpulan si kecil muda sukses membikin konten komedi yang mengocok perut masyarakat online. Channel YouTube yang diwujudkan Sukeni Entertainment sudah ditiru 5 ribu penggemar.

Grup banyolan ini tercetus semenjak dua tahun silam. Kala itu, Deni Setyawan dan beberapa sahabatnya gabut tak ada kesibukan selama pandemi. Sehari-hari cuma nongkrong sana nongkrong sini. Singkat cerita, timbul pandangan baru membikin kanal YouTube bisnis untuk menyalurkan hobi. Beruntungnya, beberapa kali men-upload video senantiasa minim apresiasi.

‘’Lalu ada yang usul diganti tema dagelan. Awalnya ragu sebab tak satu malahan punya basic itu, tetapi kami nekat mencoba,’’ kata Deni Setyawan, salah seorang pendiri Sukeni Entertainment, Minggu (13/3).

Enam bulan mengorganisasi channel menjadi waktu paling berat. Kecuali minim pandangan baru, dari tujuh anggotanya mayoritas sibuk dengan profesi masing-masing. Tak jarang warga lingkungan Barean, Sidoharjo, Pacitan, itu mengibuli spaceman sesama anggotanya supaya meluangkan waktu untuk ngumpul bareng.

‘’Aku ajak nongkrong, meskipun ingin diajak bikin video. Pernah sahabat-sahabat itu saya ajak jam delapan pagi, kumpulnya baru jam tiga petang,’’ ungkapnya.

Kecuali berpacu dengan kesibukan, casting dan akting malahan sempat menjadi ganjalan. Maklum, dari rekan tongkrongannya tak satu malahan yang mempunyai latar pengalaman seni pertunjukan. Bahkan, beberapa kali take video seharusnya diulang lantaran pemain salah pelafalan hingga lupa skrip. Juga, sempat gonta-ganti talent. ‘’Bila kini sekali take sudah lancar. Bila baru gabung, paling lima-enam kali take gambar baru jadi,’’ papar Deni.

Satu video yang diproduksi rata-rata berdurasi 15 hingga 20 menit. Cukup pendek, tetapi butuh lebih dari enam jam untuk pengambilan gambarnya. Sedangkan berat, Deni dkk tetap berkarya dan memperketat jadwal produksi. Setiap pekan, satu video seharusnya diunggah ke kanal YouTube-nya. Selama dua tahun terakhir ini, baru satu kali absen unggah rekaman.

‘’Senin cari lokasi syuting, Selasa buat skrip, Rabu cari kostum, Jumat pendalaman karakter, Minggu ambil gambar. Urutannya demikian itu setiap pekannya,’’ terang sarjana pengajaran olahraga STKIP Pacitan hal yang demikian.

Anda mungkin juga suka...